Tampilkan postingan dengan label LDII dan Syariah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LDII dan Syariah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Mei 2013

Sarasehan EKonomi Syariah LDII


ventje Raharjo: "Bank Syariah Bukan Bank Alternatif"


Kediri – Hal ini disampaikan oleh Dirut BRI Syariah dalam acara
Sarasehan EKonomi Syariah LDII yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Walibarokah Kediri, Jumat 1 Juli 2011.
Perkembangan Ekonomi Islam (Islamic Economy) baik sebagai ilmu pengetahuan maupun sebagai sebuah sistem ekonomi telah mendapat banyak sambutan positif di tingkat global. 
“Di Indonesia potensi ekonomi syariah luar biasa namun belum dimanfaatkan secara maksimal”, kata Ventje dalam paparannya pada Sarasehan Ekonomi Syariah LDII dan BRI Syariah.
Indonesia mempunyai banyak masjid, pondok pesantren, bahkan berpenduduk Islam terbesar di Dunia. Kalau semuanya ini bisa terlayani dengan baik akan menjadi kekuatan bangsa yang sangat besar. “Kalau kita bisa melayani masyarakat Indonesia yang berpenduduk muslim terbesar di Dunia, tentu ini akan menjadi sebuah kekuatan besar bagi bangsa Indonesia”, lanjut Ventje.
Untuk itu, dia berpesan, agar pesantren mampu menerapkan ekonomi syariah dengan menyesuaikan dengan sistem syariah yang sesuai dengan perkembangan modenisasi. (gB)

Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional


Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional - Kajian akademis mengenai perbankan syariah banyak berintikan pada keraguan para ekonom atau bankir akan sistem perbankan syariah yang diterapkan dalam sistem perekonomian. Sementara itu, perbankan konvensional yang kita kenal sekarang merupakan hasil dari proses perkembangan yang panjang dan berjalan dengan mapan dalam masyarakat. Maka tidaklah mengejutkan bila persepsi orang mengenai bank selalu terkait dengan suku bunga. Perkembangan persepsi masyarakat mengenai perbedaan perbankan syariah dan perbankan konvensionalpun masih begitu minim.